December 23, 2007

Kumpul Bareng Midori

Hari ini ikut di acara pengajian Midori Tokodai di kampus Suzukakedai. Ada acara makan-makan dan silaturahmi merayakan lebaran Idul Adha. Got to go!

December 22, 2007

Culture Meeting in Sangenjaya

Hari ini pergi ke Carrot Tower dekat stasiun Sangenjaya untuk mengikuti acara cultural meeting-nya Sato Zaidan. Tak dinyana tak dikira, di sana bertemu dengan banyak sekali orang Indonesia. Sayang, gak banyak ambil foto. Hiks hiks..

December 20, 2007
Temukan hal-hal baru untuk melepaskan sejenak hal-hal lama dan menemukan inspirasi untuk pemecahan permasalahan-permasalahan baik yang lama maupun yang akan datang…
diri sendiri di tengah malam yang dingin…

Hasil Kunjungan ke Chisetsu Shogakko

Datang agak telat tidak membuat saya, dan teman Indonesia saya, si Agus, ditinggal oleh rombongan kelas Topics on Japan ke SD Chisetsu. Perjalanan cukup memakan waktu, sekitar setengah jam. Selama perjalanan, saya banyak tanya ke temen-temen YSEP apakah mereka siap untuk beraksi di depan anak-anak kecil. Kebanyakan menjawab, yah, pasrah aja. Mereka tidak mempersiapkan senjata andalan untuk beraksi di depan anak-anak. Saya sendiri, seperti biasa, mengenakan pakaian batik dan membawa satu wayang dari Indonesia untuk ditunjukkan di depan kelas.

Di tengah jalan, saya baru sadar, ternyata, partner orang Jepang saya nggak dateng. Walhasil, bisa ditebak, saya nanti akan beraksi seorang diri di depan anak-anak itu. Padahal, nihongo o amari hanasimasen. Yah, kalo ini mah, shoganai. Apa boleh buat. Maju terus pantang mundur, walaupun senjata (wayang dan batik) tidak mencukupi. Kedua benda ini paling cuman menarik perhatian selama 10 menit, sedangkan di kelas saya harus beraksi selama 45 menit.

Singkat cerita, saya akhirnya disambut oleh 3 orang anak kelas 4-4 di SD Chisetsu. Mereka berkata, “Selamat pagi”. Ternyata, mereka cukup serius mempersiapkan kedatangan kami, tidak seperti kami-kami ini. Hehehe… Setelah itu, saya diajak masuk ke kelas mereka.

Wow.. Satu komen pertama, ini kelas rame banget. Anak-anak bengak-bengok (teriak-teriak) sana sini. Senseinya nampak tidak bisa mengontrol situasi kelas waktu itu. Anak-anak begitu bebas berkreasi.

Begitu saya datang, saya disambut dengan salam lugu dari anak-anak kelas 4 SD. Tak lama kemudian, mereka memperkenalkan diri satu-satu, dengan format sebagai berikut.

I am XXX. Call me YYY. I like ZZZ.

Saya sendiri, memperkenalkan diri sekenanya. Untung saya bawa flashdisk yang ada presentasi tentang anak-anak di Indonesia. Saya pun pake itu sebagai senjata cadangan, menggantikan wayang (yang tidak terlalu menarik minat mereka) dan batik yang saat di depan kelas saya lupa bilang kalo itu pakaian tradisional Indonesia.

Setelah itu, maen game kartu sama beberapa anak. Pada awalnya, saya gak tau ini maksud game-nya apa. Tapi pelan-pelan, melihat cara mereka mempermainkan, saya akhirnya bisa bilang “wakatta”. Hehehe.. Anak-anak itu pasti heran, soalnya waktu mereka menjelaskan pake bahasa Jepang, saya ngangguk-ngangguk aja tanda tak mengerti

Setelah dari sana, saya keluar sebentar. Eh, tiba-tiba disapa sama orang pake bahasa Indonesia. Nggak kaget, karena saya sudah sering merasakan itu. Hehehe… Ternyata, saya disapa oleh guru bahasa Inggris di SD Chisetsu. Bahasa Indonesianya cukup impresif, lancar. Dia pernah tinggal di Indonesia selama 5 tahun, tepatnya di Surabaya. Ngobrol sana ngobrol sini, ternyata tau juga di tentang Gresik. Senang saya karena untuk pertama kalinya saya bisa bilang “Saya dari Gresik”, bukan dari Surabaya :D

Sekitar jam satu, waktu makan siang tiba. Di Jepang ini, makan siang adalah waktu yang spesial, karena setiap anak secara bergiliran menjadi petugas makan siang, yang membagi makan kepada teman-temannya. Mereka mengenakan pakaian putih putih, kayak koki, dan beraksi di depan kelas sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk. 

Setelah makan siang, acara selesai. Dan seperti biasa, karena orang Jepang ini sepertinya suka sekali dengan yang namanya Group Photo, kami pun mengambil foto bersama di depan kelas. Dan.. Selesailah acara hari itu.. Menarik, tapi tidak semenarik yang saya harapkan. Hiks hiks.. Kurang persiapan sih, andai saya bisa belajar lebih bahasa Jepang, mungkin bisa berinteraksi dengan anak-anak itu dengan lebih menyenangkan. 

December 18, 2007
Group Photo waktu school visit ke SD di Tamagawa

Group Photo waktu school visit ke SD di Tamagawa

Chisetsu Visit

Hari ini untuk kedua kalinya saya mengunjungi sekolah dasar di Jepang. Yang ini nanti namanya Chisetsu Elementary School, yang katanya berusia lebih tua dari Tokodai. Jangan lupa bawa peralatan “perang” seperti batik dan wayang. Siap-siap suara juga, karena biasanya di pertemuan gini disuruh nyanyi, dan pada umumnya, pilihan jatuh kepada nyanyi lagu Doraemon dalam versi Indonesia. Orang-orang sini entah mengapa tertarik sekali dengan kata-kata “baling-baling bambu”.

m3-access.com

Layanan SMS gratis M3-Access tidak bisa diakses dari network kampus Tokodai. Hiks hiks.. Dari asrama pun gak bisa. Apa IP dari Jepang diblok ya oleh pihak M3.. Padahal pengen kirim SMS ke Indonesia. Tapi, iseng-iseng ganti proxy ke proxy lain di luar Jepang, ternyata bisa. Jadi policynya seperti apa ya? Penasaran..

Nggak ke kampus

Hari ini nggak ke kampus. Coba bikin algoritma buat sotsuron di rumah aja, sembari ditemani sebotol orange jus sisa dari Fuyu Zemi dan 2 tangkep roti tawar (belum masak nasi).

December 17, 2007

Winter Headache

Selain winter electricity shock yang saya alami, beberapa hari yang lalu saya juga ngalamin winter headache. Duh, gara-gara winter banyak hal-hal aneh terjadi… Setelah ini apalagi ya?